HomeAbout MeSep 2, 2005
Thanks for visiting my Multiply site! This is where I'm keeping all my stuff from now on, so come back whenever you want to see what's new. Feel free to post a reply if you see something you like or just want to get in touch.

Photo AlbumTAKALAR, 14-16 Juni 2008 (14 photos)Jun 23, '08 2:07 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Ini pertama kalinya aku ikut Musyawarah Tahunan (MUSTA) HIMAGRO KMBP Faperta Unhas. Sebagai orang baru dalam dunia persilatan, aku hanya bisa menyimak apa yang sedang terjadi di hadapanku. Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang untuk mengenal diriku sendiri. Aku tambah menyadari akan kedangkalan pengetahuanku, lemahnya fisik dan mentalku, serta kurangnya spontanitas dalam merespon sekelilingku.
Komentarku tentang MUSTA kali ini adalah konsistensi dari Keluarga Mahasiswa Budidaya Pertanian (KMBP) Unhas untuk menghadiri setiap agenda persidangan secara intensif akan menghasilkan kelancaran dan kemajuan HIMAGRO ke depan. Para petinggi-petinggi HIMAGRO yang telah memiliki banyak pengalaman harusnya senantiasa mengawal generasi-generasi baru dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. Generasi-generasi baru juga harus punya komitmen untuk memajukan HIMAGRO. Jangan membebankan semuanya pada pihak tertentu. Seperti pepatah lama, ”Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.” Tidak akan mencapai kata mufakat kalau setiap persidangan orangnya berganti-ganti. Wajar-wajar saja kalau banyak perbedaan pendapat. Namanya juga musyawarah.
Berikut moment yang sempat kuabadikan dengan kameraku di sela-sela MUSTA XXIX.

Photo AlbumMy Hands Dancing (3 photos)Jun 17, '08 1:13 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Blog EntryMe, Myself, & IJun 17, '08 12:33 AM
for everyone

AKU adalah AKU. Tidak bisa menjadi siapapun. Hidup dengan caraku. Walaupun ada yang mengharapkan AKU menjadi sepertinya, AKU tetaplah aku. Belajar dengan semampuku.

Bagiku, hidup adalah belajar. Hidup tidak lain hanyalah sebuah proses menentukan pilihan.

Dimana saja AKU ingin tetap hidup karena AKU paling benci sendirian, tidak suka tersingkir dari pergaulan. Namun, tetap saja AKU harus hidup dengan caraku sendiri karena hanya dengan begitu AKU bisa menjadi AKU. Berusaha untuk tidak mengeluh. AKU belajar dari siapun dan dimanapun. Merasakan sesuatu yang ekstrem menjadikan DIRIKU belajar untuk senantiasa bersyukur akan kehadirat-Nya.

AKU sama dengan manusia lain yang kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Oleh karena itu, semua orang memberikan subsidi terhadap kehidupanku. Namun, AKU harus menjadi AKU. Jika ingin hidup bersamaku, mohon jangan paksa AKU untuk menjadi sepertinya.


Photo AlbumTrash Reuse, Reduce, and Recycle (2 photos)Jun 7, '08 4:57 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Seringkali aku berpikir untuk mengolah sampah-sampah supaya aku turut andil melestarikan bumi ini. Namun, apa daya kreativitasku terbatas.
Dimana yach, tempat yang bisa menampung sampah-sampah berharga itu? Selain menyelamatkan bumi, sampah-sampah tersebut bisa menjadi media untuk mengembangkan keterampilan dan daya imajinasi masyarakat kita.
Sebenarnya beberapa sekolah di Makassar sudah membuat tim yang anggotanya murid-murid sekolah tersebut untuk menyulap sampah menjadi sesuatu yang berdaya guna dan menambah uang saku. Kebetulan aku kenal dengan salah satu anggotanya. Namun, sayangnya mereka hanya mengolah sampah yang ada di sekitar lingkungan sekolah mereka.

ReviewReviewReviewReviewSebuah Pertanyaan untuk CintaJun 7, '08 4:44 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Romance
Author:Seno Gumira Ajidarma
Tebal buku : 85 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama : Juli, 1996

Cinta itu selalu indah bagi mereka yang merasakan dan mengalaminya walaupun cinta yang terlarang atau pun cinta jahanam. Buku ini adalah kumpulan cerpen-cerpen terbaik karya Seno Gumira Ajidarma yang sempat dimuat di koran, tabloid, dan majalah. Ada 14 judul dalam buku ini, yaitu Sebuah Pertanyaan untuk Cinta, Empat Adegan Ranjang, Rahasia, Nocturno, Petai, Kasih dan Sepatu Ballet, Seorang Wanita yang Menunggu Telepon Berdering, Dua Lelaki, Wanita di Muka Cermin, Lelaki yang Terindah, Gelang untuk Kaki Seorang Wanita, Senja di Balik Jendela, Je t’aime, dan Malamnya Malam.

Keseluruhan cerita merupakan penggalan-penggalan kisah cinta yang tidak biasa antara seorang gadis dengan suami orang; antara seorang suami dengan istri orang lain’ antara seorang istri dengan pria lain entah siapa; cinta antara pasangan sejenis; dan cinta antara pasangan yang resmi dan halal, tapi cinta tidak sendirinya berakhir dengan happy ending.

Penulis menulis sederas air yang mengalir tanpa memedulikan aturan-aturan yang terkadang menjadi pembelenggu dalam pembuatan sebuah karya. Beberapa analogi dipakai oleh penulis, sehingga karyanya ini lebih terasa maknanya. Misalnya, petai pada cerpen yang berjudul sama dianalogikan sebagai perselingkuhan. Petai yang pahit dan banyak dibenci orang, tapi ada yang menganggapnya sensasi luar biasa yang memberikan variasi dalam hidup ini.
Cerita yang memuat kontroversi dengan penyajian cerita yang vulgar. Sebuah gagasan yang tidak orisinil. tetapi mampu menarik perhatian pembaca dengan memberikan kejutan-kejutan di pertengahan dan akhir cerita.

Menurut saya buku ini layak dibaca agar menyadarkan kita akan penyimpangan nilai-nilai susila yang tengah terjadi di masyarakat, khususnya masyarakat kota-kota metropolitan di Indonesia, dan patut menjadi bahan pemikiran untuk refleksi diri. (DeEp)

ReviewReviewReviewReviewReviewPemberontakanJun 7, '08 4:40 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Ana Nadhya Abrar
Tebal buku : 228 halaman
Penerbit : Hikmah, PT Mizan Publika
Cetakan pertama : Maret, 2006

Menurut saya novel yang bagus adalah novel yang tidak sekedar menjual mimpi yang terkadang hanya dapat terealisasi di dunia imaji, tetapi memberikan banyak informasi dan pengetahuan bagi pembacanya. Novel karya Ana Nadhya Abrar inilah salah satu contohnya. Novel yang cocok untuk calon mahasiswa, yang sudah jadi mahasiswa, dan mantan mahasiswa. “Mantan mahasiswa” sebenarnya bukan julukan yang tepat bagi mereka yang pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi karena mahasiswa merupakan sebuah julukan yang tidak lekang ditelan waktu.

Novel ini mengisahkan perjuangan seorang mahasiswi, Wendy Vellandrie, dalam menggapai cita-citanya menjadi seorang penulis demi mencapai eksistensinya sebagai manusia yang mulia di sisi Allah SWT. Selepas dari bangku SMA, Wendy tidak ingin kuliah. Ia lebih memilih untuk mempelajari tehnik-tehnik menulis agar kelak ia bisa menjadi penulis profesional. Namun, keinginannya itu mendapat tentangan keras dari kedua orang tuanya. Orang tuanya menganggap pendidikan tinggi dapat membentuknya menjadi pribadi yang mapan dan bisa dibanggakan. Hal ini membuat Wendy terjebak dalam dilema antara mengikuti kemauan orang tuanya dengan membohongi dirinya sendiri ataukah jujur pada diri sendiri dengan membangkang pada orang tuanya.

Wendy akhirnya menuruti keinginan orang tuanya untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi dengan harapan dan usaha agar dia tidak lulus. Tentu saja dia benar-benar tidak lulus di PTN maupun PTS mana pun dengan begitu Wendy yakin orang tuanya akan mengakui dia memang lebih cocok untuk belajar menulis saja. Toch, menulis pun dapat menghasilkan uang! Namun, orang tuanya tidak semudah itu menyerah dan dengan berbagai cara akhirnya Wendy diterima di Program D-3 Komunikasi konsentrasi Public Relations Universitas Yogyakarta, universitas tempat Ayahnya bekerja sebagai dosen.

Keengganannya untuk kuliah ditunjukkan dengan ketidakhadirannya di ruang kuliah, terutama kelas yang dipegang oleh dosen yang tidak memberikannya wawasan yang berguna untuk mengembangkan kemampuan menulisnya. Ternyata banyak pengalaman-pengalaman tak terduga yang dialami Wendy antara lain artikel-artikel kritisnya yang dimuat di sebuah harian kota; bergabung di BEM dan ditunjuk sebagai koordinator lapangan (korlap) dalam unjuk rasa yang membuat media gempar karena dia mahasiswi pertama yang menjadi korlap; kehadiran seseorang yang menghiasi kehidupan romantismenya; sampai kebahagiaan karena terwujudnya kesuksesan yang sekaligus membuat bangga kedua orang tuanya.

Ana Nadhya Abrar merupakan seorang novelis yang tidak pelit membagi pengetahuan dan pengalamannya kepada khalayak umum. Novelnya ini kaya akan tulisan-tulisan yang sangat informatif. Bisa dibilang tulisan dalam tulisan dan apabila salah satu tulisan di dalam novel ini diambil bisa menjadi sebuah artikel. Bahkan dia sempat mempromosikan salah satu bukunya di dalam cerita novel ini.
Dia mendapat ide untuk menulis novel dari pertemuannya dengan seorang perempuan di dalam pesawat terbang dalam perjalanannya ke Mesir untuk menghadiri Cairo International Book Fair 2005. Perjalanannya ke Mesir pun diceritakan menjadi pengalaman Wendy, tokoh sentral dalam novel ini. Mungkin Abrar, panggilan akrab penulis, sangat suka dengan warna biru. Hal ini terlihat dari sampul novel yang bernuansa biru serta cat ruangan-ruangan yang dideskripsikan di dalam novel ini.

Kekurangan dari novel ini adalah cerita yang agak membosankan bagi pembaca yang mengharapkan novel ini full entertainment. Namun, bagi saya novel ini mencerdaskan dan menyenangkan. Keunggulan dan kelemahan sebuah novel ditentukan oleh pembacanya. Jadi, untuk mengetahuinya silahkan membaca novel ini. (DeEp)

Blog EntryMenghayati 100 Tahun Kebangkitan NasionalJun 3, '08 3:03 AM
for everyone
BANGKIT itu SUSAH
SUSAH melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

BANGKIT itu TAKUT
TAKUT korupsi
TAKUT makan yang bukan haknya

BANGKIT itu MENCURI
MENCURI perhatian dunia dengan prestasi

BANGKIT itu MARAH
MARAH karena martabat bangsa dilecehkan

BANGKIT itu MALU
MALU jadi benalu
MALU karena minta melulu

BANGKIT itu TIDAK ADA
TIDAK ADA kata menyerah
TIDAK ADA kata putus asa

BANGKIT itu AKU untuk Indonesiaku

(Oleh: Dedi Mizwar)


Photo AlbumPANGAN '07 (30 photos)May 31, '08 8:44 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Semoga kembali dengan selamat teman-temanku. Mari kita membuat kenangan setiap hari yang kita lalui di AGRONOMI_UNHAS. Biar bersakit-sakit, asal kita sama-sama. Jangan patah semangat karena aku, kau, dia, dan mereka adalah satu. BRAVO HIMAGRO JAYALAH!!!

Blog EntryRINTIHAN HATI May 31, '08 5:41 AM
for everyone
APA SICH KEBERSAMAAN ITU???
KATA ITU SELALU SAJA DIDENGUNGKAN TANPA SEBUAH REALISASI.
APAKAH HARUS MERANA SAMA-SAMA PADAHAL KEBAHAGIAAN MASIH BISA DIPERJUANGKAN?
KEBERSAMAAN TERLALU SERING DISALAH ARTIKAN.
SETIAP ORANG SELALU SAJA MENGELUH!
SETIAP ORANG SELALU SAJA MENGHITUNG-HITUNG JASANYA!
AKU YAKIN MASING-MASING ORANG PERNAH MERASA TERKUCILKAN DI SINI.
BAHKAN AKU PUN MERASAKAN HAL YANG SAMA SAMPAI DETIK INI.
AKU MASIH  BERTAHAN DI SINI KARENA AKU YAKIN SETIAP ORANG PUNYA POTENSI YANG BISA MENJADI KEKUATAN BERSAMA.
SEKARANG DIMANA MEREKA YANG SEMPAT KUACUNGI JEMPOL?
DIMANA MEREKA YANG PERNAH MEMBUATKU DOWN?
DIMANA MEREKA YANG BANGGA AKAN DIRINYA SENDIRI?
DIMANA MEREKA YANG SENANTIASA MEMBERIKU HARAPAN?
DIMANA???
PADAHAL HANYA MEREKA YANG MEMBUATKU ANTUSIAS UNTUK MELANGKAHKAN KAKI.
AKU TERLANJUR DI SINI DAN SELALU BERHARAP MEREKA MENEMANIKU, MEMBERIKANKU SEDIKIT SPIRIT YANG MEREKA MILIKI....

(Dari seorang sahabat)




ddd
dThumbnaild
ddd
Field trip merupakan salah satu kegiatan dari mata kuliah Pengantar Ilmu Pertanian (PIP) yang diprogramkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin Makassar. Kegiatan ini berupa observasi lapang ke beberapa daerah guna melihat secara langsung aplikasi dari ilmu pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai dari hari Jumat, 2 mei 2008 sampai dengan hari Minggu, 4 mei 2008 di Desa Bontomarannu, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng. Selama perjalanan dilakukan persinggahan di Kabupaten Takalar dan Kabupaten Jeneponto.
Peserta field trip ini adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas yang mengambil mata kuliah Pengantar Ilmu Pertanian (PIP) yang terdiri atas berbagai jurusan antara lain Jurusan Sosial Ekonomi, Agronomi, dan Ilmu Tanah.

Photo AlbumAGRO'07_WISATA (9 photos)Feb 26, '08 9:12 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumBAKTAN '07 (20 photos)Feb 10, '08 7:47 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Foto-Foto kegiatan Bakti Tani ’07 Rabu-Minggu, 9-13 Januari 2008 di Desa Taccipong, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan

Blog EntryLAPORAN BAKTI TANI '07Feb 10, '08 5:58 AM
for everyone

BAB I

PENDAHULUAN

 

Bakti tani (baktan) adalah jenjang pengkaderan formal yang dilakukan untuk membangun ikatan emosional antaranggota KMBP-Faperta Unhas dan masyarakat tani.

 

Tujuan baktan terdiri atas dua tinjauan instruksional, yaitu:

 

o                   Tinjauan Instruksional Umum (TIU)

ü      Peserta mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai keprofesian dalam upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

 

o                   Tinjauan Instruksional Khusus (TIK)

ü      Peserta mampu menumbuhkan ikatan emosional antar sesama anggota KMBP-Faperta Unhas.

ü      Peserta memiliki kepekaan sosial.

ü      Peserta dapat melakukan interaksi langsung dengan masyarakat tani.

ü      Peserta mengetahui sosial budaya masyarakat tani.

ü      Peserta mengetahui kelembagaan masyarakat tani.

 

Bakti Tani juga merupakan salah satu syarat agar mahasiswa Budidaya Pertanian dapat mengikuti kegiatan kokurikuler sebagai tambahan nilai akademik yang diadakan oleh jurusan. Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa kegiatan Bakti Tani sangat penting untuk diikuti.

 

Himpunan Mahasiswa Agronomi (Himagro) Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar mengadakan kegiatan Bakti Tani ‘07 (baktan) pada hari Rabu-Minggu, 9-13 Januari 2008 di Desa Taccipong, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Desa Taccipong masuk dalam kategori wilayah pertanian dengan ciri penduduknya memiliki lahan dengan luas tertentu, menanami lahannya dengan jenis tanaman pertanian tertentu, dan memiliki alat-alat pertanian tertentu. Hal ini berdasakan definisi yang dikemukakan oleh K. Yong, wilayah adalah daerah geografis yang membentuk suatu kesatuan budaya, mula-mula seragam secara ekonomi dan kemudian juga dalam pemikiran-pemikiran, pendidikan, rekreasi, serta dapat dibedakan dengan daerah-daerah lain.

 

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian proses penyambutan mahasiswa baru angkatan 2007. Kegiatan ini dilaksanakan setelah ujian semester dan dalam masa liburan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

ISI

 

2.1 Pra Baktan

a.      Binjas

Binjas atau bina jasmani merupakan sebuah  kegiatan berupa olahraga bersama untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan dapat diartikan sebagai suatu keadaan atau kondisi tubuh yang mampu bekerja dalam waktu yang cukup lama. Binjas dilaksanakan sebagai bentuk persiapan fisik dan mental dalam menghadapi baktan. Yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu panitia, peserta baktan ’07 yang meliputi angkatan 2007 dan angkatan-angkatan yang belum mengikuti baktan, serta seluruh warga KMBP-Faperta Unhas. Binjas mulai dilaksanakan beberapa bulan sebelum baktan dengan intensitas pertemuan tiga kali dalam sepekan. Kegiatan ini dilangsungkan sekitar pukul 06.00-07.30 WITA pada hari Selasa dan Sabtu serta 16.00-18.00 WITA pada hari Kamis. Namun, atas permintaan peserta baktan, kegiatan dipatenkan pada pukul 16.00-18.00 WITA selama hari-hari tersebut. 

 

Definisi masalah adalah ketidaksesuaian harapan dengan kenyataan. Masalah yang dihadapi selama binjas, yaitu kapasitas fisik dan mental peserta yang tidak sama. Meskipun peserta yang sakit dibolehkan datang tapi tidak ikut binjas dan diberikan kegiatan lain yang sama bermanfaat, tetapi tidak sedikit peserta yang kondisinya menurun setelah mengikuti binjas. Kegiatan ini juga tidak memedulikan kondisi cuaca. Dalam kondisi apapun, kegiatan ini tetap berlangsung. Hal tersebut mengakibatkan turunnya minat dalam mengikuti kegiatan tersebut di hari-hari selanjutnya. Terkadang pula panitia mengulur-ulur waktu dengan alasan hendak menyampaikan sesuatu sehingga peserta pulang lewat dari jadwal seharusnya.

 

 

b.      Pembekalan

Pembekalan bertujuan agar peserta mendapatkan gambaran seperti apa lokasi dan kegiatan yang akan dilaksanakan. yang terlibat dalam pembekalan adalah  seluruh peserta baktan dan Steering Comitee (SC) baktan, yaitu kader yang berperan sebagai pengarah pengkaderan yang diamanditir oleh pengurus Himagro KMBP-Faperta Unhas.

 

Materi yang diberikan, yakni gambaran umum lokasi camp baktan ’07, kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan, serta apa saja yang harus dipersiapkan. Kami juga diberi tahu kode etik jurnalis dalam menginterview responden dimana perlu diperhitungkan kondisi psikologis responden, jangan menyerang responden dengan pertanyaan beruntun, dan tidak boleh menjanjikan apapun kepada responden. Kegiatan yang akan dilakukan antara lain observasi lapang (field observation), lintas alam (cross land), serta pentas seni dan olah raga.

 

Stake holder yang akan peserta jumpai di lokasi antara lain kepala desa, petani, pedagang, LSM, koperasi, dan tokoh masyarakat sebagai narasumber dalam kegiatan observasi lapang (field observation). Aspek-aspek yang akan digali menyangkut sosial budaya masyarakat tani setempat yang meliputi ekonomi, politik, dan reliji; kelembagaan setempat seperti KUD, LSM, dan kelompok tani; keprofesian yang meliputi sistem-sistem pertanian, ritual yang dilakukan sebelum penyemaian benih atau pascapanen.

 

Dijelaskan bahwa pada kegiatan lintas alam (cross land) peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan bersama pendamping akan disebar ke segala penjuru mencari dan membaca tanda, melewati rintangan-rintangan, dan singgah pada pos-pos yang telah ditentukan.

 

Setiap malam akan diadakan Agroria dimana peserta dan warga KMBP tampil menghibur warga Desa Taccipong. Warga Taccipong juga akan ambil bagian dalam kegiatan ini yang bertujuan sebagai bentuk bina akrab antara warga KMBP dan masyarakat tani. Penyuluhan melibatkan seluruh peserta, warga KMBP, dan warga Desa Taccipong. Selain itu diadakan pula out bond, pesta rakyat, reboisasi, dan temu pisah alumni.

 

Masalah selama pembekalan, yaitu minimnya jumlah peserta yang hadir. Namun, sekiranya tidak menurunkan kualitas yang diharapkan.

 

c.       Latihan dan Persiapan

Latihan dan persiapan bertujuan agar pelaksanaan kegiatan Bakti Tani ‘07 lancar sesuai yang diharapkan. Yang terlibat dalam latihan dan persiapan antara lain seluruh peserta baktan, panitia seksi acara, dan panitia seksi perlengkapan. Yang dilakukan selama latihan dan persiapan antara lain mempersiapkan perlengkapan pribadi dan kelompok yang akan dibawa serta latihan persembahan kelompok dan angkatan. Masalah yang dihadapi, yaitu kurangnya animo dan keseriusan peserta dalam mengikuti latihan dan persiapan.

 

2.2 Baktan

a.      Pelepasan

Pelepasan peserta Bakti Tani ’07 dilangsungkan pada Rabu, 9 Januari 2008 sekitar pukul 12.00 WITA di Lab. III Budidaya Pertanian oleh Bapak Ir. H. Amin Ishak, M.Sc. selaku Ketua Jurusan Budidaya Pertanian dan Ibu Rusdiana selaku dosen pembina yang dihadiri oleh seluruh peserta dan beberapa panitia baktan. Setelah itu kami bergegas menuju green house dengan memakai seragam baktan yang berwarna kuning cerah, memakai id card, menyematkan pin baktan di dada sebelah kiri, memakai gelang berwarna hijau dan orange yang dapat menyala dalam gelap, dan memakai topi caping. Sebelum berangkat, kami diberi instruksi terakhir oleh SC dan melakukan doa bersama. Masalah yang dihadapi selama proses pelepasan, yakni suasana yang kurang semarak sehingga menurunkan semangat peserta baktan ‘07.

 

b.      Pemberangkatan

Pemberangkatan dilangsungkan pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WITA di area Agro kompleks. Kerel dan perlengkapan peserta dinaikkan ke atas bus. Satu bus ditumpangi oleh beberapa warga KMBP, dua bus ditumpangi oleh peserta dan SC. Ini merupakan pemberangkatan yang kedua. Sehari sebelumnya beberapa panitia, SC, dan warga KMBP melakukan pemberangkatan pertama untuk melakukan persiapan di lokasi.  Sedangkan dosen pembina sebagai pendamping dan pengawas mahasiswa baru akan melakukan pemberangkatan beberapa hari setelahnya karena sesuatu dan lain hal.

 

Masalah yang dihadapi selama pemberangkatan adalah kurangnya ketegasan pada peserta yang kurang disiplin sehingga sempat merepotkan panitia dan mengulur waktu perjalanan yang telah dijadwalkan.

 

c.       Pembukaan

Setelah menikmati perjalanan yang berkelok-kelok selama 6-7 jam dengan jalur berlikuk-likuk yang cukup menegangkan dan menyempatkan singgah di mesjid ketika masuk waktu shalat ashar, akhirnya kami tiba di Desa Taccipong, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan sekitar pukul 19.00 WITA. Kami tercengang dengan pemandangan yang disajikan dari balik jendela. Di kanan kiri tampak rumah-rumah penduduk. Rumah panggung yang terbuat dari kayu. Minimnya sumber penerangan membuat nyaris gelap gulita. Bus terus melaju melintasi jalan berkerikil yang belum diaspal.

 

Bus-bus sewaan tadi meninggalkan kami. Barang-barang dibawa oleh panitia ke lokasi camp. Kami diturunkan beberapa radius dari lokasi. Kami berbaris sesuai instruksi korlap (koordinator lapangan). Topeng dan topi caping membuat kami sukar dikenali, tapi mengundang perhatian warga untuk mendekat. Kami saling bergenggaman erat meniti jalan yang berkerikil tajam. Kami disambut lolongan anjing-anjing liar. Bila di kota pada jam itu  kami sibuk menonton televisi atau menjelajahi mall dan resto, disini kami yang ditonton oleh warga Taccipong. Mereka keluar dari rumah khusus melihat penampilan kami yang mencolok dengan memakai baju berwarna kuning cerah, topi caping, dan topeng berbulu. Terdengar celotehan dan cekikikan warga yang sedari tadi bersantai di teras rumahnya dan tiba-tiba melihat kedatangan kami. Di sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan yang tak akan terlupakan. Bintang bertaburan di langit malam yang cerah, pohon kelapa tumbuh menjulang di kanan kiri jalan, dan pemakaman tampak dari balik rumput-rumput di beberapa sudut jalan yang tidak beraturan membuat jantung kami berdegup kencang.

 

Setelah kami berjalan sekitar satu kilometer, kami tiba di lokasi camp. Kami berhenti di depan sebuah lapangan yang telah dipenuhi banyak orang yang sepertinya telah menunggu-nunggu kehadiran kami. Kami disambut penduduk Desa Taccipong dan warga KMBP dengan tepuk tangan yang meriah. Acara pembukaan Bakti Tani ’07 pun dimulai. Kami membuat formasi sesuai instruksi seksi acara. Mahasiswi peserta baktan ’07 mengawalinya dengan tari pembuka. Ternyata tidak mudah menari di atas rumput, dengan mata tertutup topeng yang membuat jarak pandang berkurang, dan disoraki oleh sekerumunan orang. Setelah itu mc (master of ceremony) membacakan susunan acara. Sambutan-sambutan dari Bapak Sekertaris Desa (Sekdes) yang mewakili Kepala Desa Taccipong sekaligus membuka acara Bakti Tani ‘07, ketua himpunan, ketua panitia baktan ’07, dan ketua BPO (Badan Pengawas Organisasi).  Dilanjutkan dengan tari Indologo dan upacara penaikan bendera Himagro. Penonton yang terdiri dari warga KMBP dan warga Desa Taccipong bersorak-sorak ketika mercun ditembakkan ke atas langit berbintang dan meninggalkan bunga api yang berwarna-warni. Bapak Sekdes menyalakan api unggun sebagai simbol dibukanya kegiatan Bakti Tani ’07 di Desa Taccipong, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Tidak ada masalah selama pembukaan. Meskipun ada beberapa konsep acara yang diubah, tetapi pembukaan berjalan lancar dan aman.

 

d.      Observasi Lapang (Field Observation)

Berdasarkan Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, observasi berarti pengawasan, peninjauan, pengamatan; lapang berarti lokasi yang luas. Jadi secara etimologi observasi lapang dapat diartikan sebagai peninjauan lokasi. Tujuan diadakan observasi lapang, yaitu untuk menyesuaikan informasi dan gambaran yang peserta dapat sebelumnya dengan realita yang ada di masyarakat tani Indonesia serta menjelajah daerah baru dan mengenal tata kehidupan masyarakat di sepanjang perjalanan. Observasi dilaksanakan pada Kamis, 10 Januari 2008 sekitar pukul 09.00-12.00 WITA di Desa Taccipong dengan melibatkan seluruh peserta baktan ’07 dan seorang kakak pendamping.

 

Kami dibagi menjadi tujuh kelompok. Jumlah peserta baktan ’07 sebanyak 51 orang, 44 dari angkatan 2007 dan 7 orang dari angkatan 2006 dan 2005. Sebelum berangkat kami berdiskusi dengan pendamping mengenai hal-hal apa yang akan ditanyakan. Setelah itu kami berpencar. Ada yang bertamu di rumah-rumah penduduk, adapula yang mengganggu petani di kebunnya.

 

Berikut profil responden yang berhasil diinterview oleh kelompok 1:

 

Nama                           : Umi Kasmiati

Umur                            : 20 tahun

Profesi  Suami               : Petani jagung dan kakao

Anak                            : 1 orang (4 tahun)

 

Ny. Umi tinggal bersama 10 orang anggota keluarganya dalam satu rumah panggung. Beliau memiliki kebun jagung dan kakao warisan keluarga sekitar 1 ha. Dari sinilah beliau sekeluarga menggantungkan hidup. Tidak ada ritual khusus yang dilakukan sebelum menanam benih, hanya melakukan syukuran setelah memanen. Ny. Umi mengatakan bahwa Desa Taccipong memiliki nama lain yang lebih dikenal orang, yaitu Kampung Lappa. Beliau mengatakan bahwa penduduk yang tinggal di rumah panggung berprofesi sebagai petani, sedangkan yang tinggal di rumah batu berprofesi sebagai pegawai negeri. Namun, para pegawai tersebut juga masih memiliki kebun peninggalan orang tua.

 

Komoditas utama di Desa Taccipong adalah galung atau jagung (Zea mays). Ny. Umi menanam bibit jagung putih dan bibit jagung merah. Jagung putih biasanya untuk dikonsumsi sendiri, sedangkan jagung merah dijual kepada pedagang pengumpul. Sistem pertaniannya memakai sistem tumpang sari. Setelah memanen jagung, lahan ditanami tembakau, setelah itu ditanami jagung kembali. Jagung ditanam sekitar bulan November dan dipanen tiga bulan kemudian. Kakao (Theobroma cacao L.) dan tembakau (Nicotiana tabacum) dipanen sekitar bulan April-Mei. Beliau memakai pupuk UREA yang didapatnya dari pedagang pengumpul. Harga pupuk tersebut akan dipotong saat pembelian hasil panen. Beliau mengatakan kakaonya kurang berhasil akibat terkena penyakit busuk buah dimana kakao yang masih kecil berwarna kehitaman. Mereka masih memakai alat-alat konvensional seperti cangkul, sabit, dan parang. Beliau mengatakan bahwa di daerah tersebut tidak ada atau jarang petani sawah akibat irigasi yang kurang lancar serta minimnya sumber mata air.

 

Beliau menjual kakao keringnya sebesar Rp 15.000,00/kg, sedangkan kakao basah seharga Rp 11.000,00/kg. Modal beliau dapatkan dari penjualan hasil panen dan diberikan pinjaman oleh pedagang pengumpul. Beliau mengatakan Desa Taccipong tidak memiliki KUD dan kelompok tani. Bahkan kantor desa pun tidak ada akibat sengketa dengan pemilik tanah. Jadi, untuk musyawarah atau pertemuan biasanya dilakukan di rumah Kepdes atau Sekdes.

 

 

 

 

 

 

Nama                           : Hamdana

Profesi                          : Penjual kasur kapuk

Profesi Suami               : Petani jagung dan jambu mete

Anak                            : 2 orang, sulung berumur 18 tahun duduk di bangku

  kelas 2 SMA dan bungsu berumur 8 tahun duduk

  di bangku kelas 1 SD

 

Ny. Hamdana sedang sibuk memasukkan kapuk pada kasur buatannya ketika kami meminta waktunya sebentar untuk diinterview. Beliau tinggal bersama suami, ibu, dan kedua anaknya. Mereka memiliki kebun jagung dan kebun jambu mete (Anacardium occidentale). Jagungnya ditanam dengan sistem tumpang sari dengan kacang hijau (Vigna radiata L.). Peralatan yang dipakainya juga masih tradisional dan masih sederhana. Mereka juga menggunakan pupuk UREA. Tidak ada ritual khusus, hanya syukuran dengan cara doa bersama dan potong ayam setelah panen. Namun, mereka mengalami masalah pada kebun jambu metenya. Jambu metenya diserang hama yang dinamakan waru-waru dan mereka kurang tahu bagaimana solusinya. Pendamping kami menerangkan bahwa jambu mete memang tidak baik ditanam di daerah yang bertanah lembap dan menyarankan beliau mengikuti penyuluhan yang diadakan keesokan harinya oleh mahasiswa Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Unhas. Beliau mengatakan baru kali ini Desa Taccipong didatangi oleh mahasiswa atau penyuluh. Sebelumnya memang ada penyuluhan dari dinas pertanian, tetapi sudah sangat lama.

 

Suami Ny. Hamdana mengatakan bahwa KUD di daerah tersebut tidak aktif lagi. Namun, dengan adanya KUD juga tidak cukup membantu karena pinjaman modal disertai bunga yang tinggi sehingga sangat sulit untuk dikembalikan.  Beliau juga mengatakan bahwa sejak ketua kelompok tani meninggal, kelompok tani pun ikut mati. Petani berusaha sendiri-sendiri mengolah lahannya dengan bantuan anggota keluarganya. Dulu saat kelompok tani masih aktif, suplai pupuk dan obat-obatan antihama dari pemerintah sangat lancar. Namun, setelah kelompok tani menghilang, suplai tersebut pun terhenti.

Untunglah Ny. Hamdana memiliki pekerjaan sampingan dengan hasil yang cukup memuaskan, yaitu sebagai pembuat kasur kapuk. Ny. Hamdana membeli kapuk seharga Rp 50,00/buah, Rp 35.000,00/karung. Dari sini mereka sekeluarga mendapat penghasilan 8 juta-10 juta per tahun meskipun tidak secara berangsur-angsur.

 

Dari evaluasi yang kami lakukan di tenda induk bersama kelompok lain setelah melakukan observasi, ternyata KUD dan kelompok-kelompok tani di Desa Taccipong masih ada. Namun, sosialisasinya yang kurang sehingga akses informasi yang didapatkan oleh masyarakat tani tidak menyeluruh. Masalah yang dialami selama observasi lapang adalah masalah bahasa yang menghambat komunikasi.

Berdasarkan salah satu artikel dikemukakan bahwa peluang yang terdapat di Kabupaten Bone antara lain:

  1. Perkebunan kelapa sawit terdapat di Kecamatan Palakka, Amali, Ulaweng, Ajangale, Dua Boccoe, Tellu Siattinge dan Cenrana.
  2. Perkebunan vanili terdapat di Kecamatan Bontocani, Kahu, Kajuara, Tellu LimpoE dan Lamuru.
  3. Penyadapan getah pinus terdapat di Kecamatan Bontocani, Tellu LimpoE, Ponre, Lappariaja dan Bengo.
  4. Pengolahan rotan terdapat di Kecamatan Bontocani, Ponre dan Tellu LimpoE.

e.      Agroria

Agroria bertujuan untuk menumbuhkan ikatan emosional peserta baktan ’07 dengan warga KMBP dan masyarakat tani di Desa Taccipong. Agroria juga bertujuan untuk mengasah kreativitas dan menguji mental. Agroria dilaksanakan empat malam selama baktan berlangsung mulai pukul 19.00-00.00 WITA. Bertempat di lapangan lokasi camp. Melibatkan seluruh peserta baktan ’07, warga KMBP, dan warga Desa Taccipong. Acaranya berupa musik, tari, puisi, drama, dan parodi.

Masalah yang dihadapi selama agroria, yaitu kendornya pengamanan sehingga orang-orang yang tidak berkepentingan bebas keluar masuk tenda selama acara berlangsung. Acaranya pun berlangsung sampai larut malam sehingga dapat mengganggu warga sekitar.

 

f.        Out Bond

Tujuan dilaksanakannya out bond adalah menjalin kerjasama dan kekompakan diantara peserta. Out bond dilaksanakan pada Kamis, 10 Januari 2008 sekitar pukul 16.00-18.00 WITA di lapangan lokasi camp dengan melibatkan seluruh peserta baktan ’07. Tidak ada masalah yang dihadapi selama out bond. Peserta tampak menikmati setiap games.

 

g.      Reboisasi

Reboisasi adalah penanaman kembali tanah yang gundul guna mencegah terjadinya erosi. Penanaman pohon dimaksudkan agar air hujan dapat ditahan dan diserap oleh akar-akar pohon. Pohon-pohon tersebut diharapkan mengurangi kadar CO2 di udara dan menggantikannya dengan O2 sehingga dapat mengurangi dampak pemanasan global (global warming).

 

Reboisasi dilaksanakan pada Jumat, 11 Januari 2008 sekitar pukul 09.00-11.00 WITA di bukit Desa Taccipong. Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta baktan ’07, seluruh warga KMBP,  dan Kepala Desa Taccipong. Tidak ada masalah. Peserta tampak antusias dengan kegiatan ini.

 

h.      Diskusi Malam

Diskusi malam bertujuan untuk mengadakan dialog lepas antara mahasiswa Budidaya Pertanian Unhas dengan para petani di Desa Taccipong mengenai masalah-masalah yang dihadapi petani di bidang pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 10 Januari 2008 sekitar pukul 21.00-22.00 WITA di lapangan lokasi camp. Melibatkan seluruh warga Taccipong, peserta baktan ’07, dan seluruh warga KMBP.

Warga Taccipong menyaksikan pemutaran film yang bertema bagaimana menanggulangi hama PBK (hama penggerek buah kakao) serta masalah global warming. Dijelaskan bahwa hama PBK menyerang buah kakao yang masih kecil sehingga buah tampak kehitaman. Imago (telur) yang menempel pada kulit buah tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, menetas, lalu menembus placenta buah kakao dan masuk ke dalamnya. Setelah dewasa, ulat keluar dari buah kakao yang telah rusak. Buah kakao yang telah masak di pohon harus segera dipanen karena inilah yang menimbulkan hama PBK. Dengan rumus PsPsP (Panen sering, pemangkasan, sanitasi, dan pemupukan) diharap dapat memberikan solusi yang tepat dalam menanggulangi hama PBK. Masalah yang dihadapi selama diskusi malam adalah warga kurang aktif dalam berbagi pengalaman di bidang pertanian.

 

i.        Penyuluhan

Penyuluhan bertujuan untuk memberi pelatihan dan peragaan supaya petani dapat melihat secara langsung praktek lapang yang dapat diterapkan di kebunnya. Kegiatan ini dilangsungkan pada Jumat, 11 Januari 2008 sekitar pukul 14.00-17.00 WITA di SD dan kebun kakao milik warga. Melibatkan seluruh peserta baktan, warga desa, dan warga KMBP serta dihadiri oleh dosen pendamping.

 

Penyuluhan disajikan melalui penjelasan langsung oleh tim penyuluh dan pembagian materi berupa print out. Warga atau peserta dapat langsung bertanya kepada pemateri. Materi penyuluhan antara lain pembuatan pupuk bokasi dari bahan-bahan organik yang ramah lingkungan, penyambungan pada batang kakao yang sudah tidak produktif demi mendapatkan kembali tanaman yang unggul, tehnik pemangkasan tanaman kakao, pembuatan insektisida dari buah bilah, dan pembiakan semut rang-rang untuk membasmi hama. Kegiatan ini berjalan lancar tanpa suatu halangan.

 

 

j.        Cross Land (Lintas Alam)

Cross land merupakan kegiatan melintasi alam yang menyenangkan sekaligus penuh tantangan. Kegiatan ini dilangsungkan pada Sabtu, 12 Januari 2008 sekitar pukul 10.00-17.00 WITA di bukit dan hutan Desa Taccipong. Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta baktan ’07, panitia, pemateri, dan warga KMBP.

 

Kegiatan yang dilakukan selama cross land, yaitu peserta dibagi menjadi 7 kelompok. Bersama dua pendamping mencari tanda untuk sampai ke pos-pos yang telah ditentukan. Diperlukan kekompakan dan kerjasama yang baik serta kejelian membaca tanda dan petunjuk agar tidak tersesat.

 

Ada 6 pos yang harus disinggahi. Pos 1 menyajikan materi mengenai Sosial Budaya Masyarakat Tani. Disampaikan bahwa kebudayaan merupakan suatu proses yang bersifat dinamis. Menurut E.B. Tylor (1871), seorang antropolog, kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan serta kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan memiliki tiga wujud, yaitu:

1.      Sebagai kompleksitas ide, gagasan, nilai, dan norma-norma.

2.      Sebagai kompleksitas aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.

3.      Sebagai benda-benda hasil karya manusia.

 

Pos 2 menyajikan materi mengenai ekonomi dan politik masyarakat tani. Sempat dijelaskan bahwa dampak pemakaian bibit unggul antara lain dapat menggeser varietas lokal, tananaman unggul menghasilkan bibit yang tidak unggul, tidak ramah lingkungan misalnya pada tanaman kapas transgenik, bakteri pembunuh hama tetap berada pada produk hasil olahan tanaman tersebut.

 

Pos 3 menyajikan materi mengenai kelembagaan masyarakat tani. Dijelaskan bahwa untuk membuat suatu lembaga di suatu daerah terlebih dahulu diperhitungkan kapasitas yang dimiliki oleh masyarakat setempat.

 

Pos 4 menyajikan materi mengenai sistem-sistem pertanian. Dijelakan bahwa materi-materi yang telah didapatkan di pos-pos sebelumnya merupakan komponen-komponen yang ada pada sistem-sistem pertanian. Bila diandaikan sistem pertanian itu sebuah sungai, maka pada hulu kita akan mendapati ritual dan budaya yang dilakukan petani sebelum melakukan penanaman dan setelah melalukan panen. Pada hilir kita temukan pemasaran hasil panen, pengaruh kebijakan pemerintah, dan lembaga-lembaga yang turut berperan penting.

 

Pos 5 menyajikan materi mengenai pertanian berkelanjutan. Dijelaskan bahwa alam ini merupakan titipan anak cucu kita. Oleh karena itu, harus berkelanjutan pemanfaatannya dan pemeliharaannya. Pos 6 merupakan pos evaluasi.

 

Masalah yang dihadapi selama cross land adalah kurangnya penjelasan mengenai tanda-tanda yang dibuat sehingga membuat beberapa kelompok tersesat. Misalnya sayatan panah yang mengarah ke bawah antara pos 1 ke pos 2 yang mengecoh peserta untuk mengikuti. Tanda-tanda yang didapat selama cross land antara lain potongan tali pramuka, tanda panah biru, tiga tebasan di pohon, lapban hitam, dan tanda larang.

 

k.      Pelepasan Alumni

Tujuan pelepasan alumni adalah simbol regenerasi warga KMBP-Faperta Unhas. Kegiatan ini juga dilaksanakan guna mengeratkan tali persaudaraan antargenerasi. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 12 Januari 2008 sekitar pukul 23.00 WITA di lokasi camp pada malam terakhir Agroria. Melibatkan alumni yang pada tahun ini tamat, dosen pembina, seluruh warga KMBP, seluruh peserta baktan, dan disaksikan oleh wara desa Taccipong.

Kegiatan yang dilakukan selama pelepasan alumni, yaitu pemasangan almamater sebagai simbolis, pemberian plakat oleh dosen pembina, pemberian tanda mata oleh alumni kepada dosen pembina dan pengurus himpunan, serta salam-salaman. Kegiatan ini berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun.

 

l.        Penutupan Baktan

Penutupan baktan bertujuan sebagai tanda berakhirnya kegiatan Bakti Tani ’07 yang dilaksanakan di Desa Taccipong, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 13 Januari 2008 sekitar pukul 09.00 WITA di tempat pemandian di Desa Taccipong dan dilanjutkan dengan upacara penutupan di lokasi camp.

 

Diawali dengan prosesi sakral KMBP, yaitu ritual pemotongan rambut dan penyiraman “air keramat” pada seluruh anggota baru. Dilanjutkan dengan upacara penutupan.

 

Masalah yang dihadapi selama proses penutupan adalah beberapa peserta jatuh sakit dan tidak semua warga KMBP mengikuti upacara penutupan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Kritik dan Saran

Disarankan kepada panitia untuk memilih lokasi Bakti Tani dengan perencanaan yang lebih matang, misalnya memilih lokasi dengan persediaan air yang memadai. Hal tersebut tentu tidak akan berhasil bila dikerjakan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak yang berkaitan dalam  penyusunan program-program agar manfaat kegiatan sosial seperti Bakti Tani ini dapat menyeluruh dengan tidak merugikan pihak-pihak tertentu.


Blog EntryPERTANIAN_AgronomiJan 23, '08 9:16 PM
for everyone

http://pertanian.uns.ac.id/~agronomi/dasgro.html

Agronomi dapat diistilahkan sebagai produksi tanaman, dan diartikan suatu usaha pengelolaan tanaman dan lingkungannya untuk memperoleh hasil sesuai tujuan. Ada dua tujuan, yaitu memaksimalkan output atau meminimalkan input agar kelestarian lahan tetap terjaga.

Pada awal kehidupan manusia di bumi, hanya hidup dari mencari makan dari hasil hutan secara langsung. Perkembangan berikutnya, semakin banyak anggota kelompoknya, lalu ada tempat untuk menetap dan mulai bercocok tanam di lahan sekitar tempat tinggalnya dan mulai memelihara ternak dan terbentuklah pekarangan.

Setelah itu, berkembang untuk membuka lahan di hutan untuk bercocok tanam, sehingga hanya dapat ditanami beberapa tahun lalu pindah tempat, sering dikenal dengan lahan berpindah.

Semakin bertambahnya penduduk, sistem-sistem tersebut tidak dapat dipertahankan, lalu berusaha untuk tetap mempertahankan tingkat kesuburan tanahnya dan mulai dikenal teknik budidaya (agronomi).

Ketidakseimbangan penambahan jumlah penduduk dibanding penambahan hasil pangan menjadi persoalan yang dipelajari oleh bidang Agronomi. Antara lain usahanya dengan perluasan lahan, penggunaan varietas unggul, peningkatan manajemen dalam berbagai tindak agronomi dan pelaksanaanya.
Pengertian Pertanian  
     
Salah satu sektor perekonomian adalah pertanian, yang merupakan penerapan akal dan karya manusia melalui pengendalian proses produksi biologis tumbuh-tumbuhan dan hewan, sehingga lebih bermanfaat bagi manusia. Tanaman dapat diibaratkan sebagai pabrik primer karena dengan memakai bahan dasar langsung dari a1am dapat menghasilkan bahan organik yang bermanfaat bagi manusia baik langsung maupun tidak langsung.

EventDeydey B'dayDec 20, '07 1:56 AM
for everyone
Start:     Dec 20, '07

Photo AlbumDEATH NOTE, L, KENICHI MATSUYAMA (28 photos)Dec 8, '07 3:57 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Aku pertama kali nonton movienya and langsung jatuh hati ma gaya ANEHnya L. Salut untuk Ken_Chan yang berhasil memerankan tokoh manga ini. Sekarang aku mulai baca manganya walaupun bisa dibilang dah BASI. Tetap aja keren meskipun movie yang cuma 2 seri ga' sama dengan manganya yang berseri-seri.

Blog EntryArti dari KegagalanAug 2, '07 10:02 AM
for everyone

"Jika KEGAGALAN itu adalah keberhasilan yang tertunda, maka Ya Allah izinkan aku lulus tahun ini karena KEGAGALAN itu telah kurasakan tahun lalu...."

Alhamdulillah Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Bagiku masa paling gemilang bukan saat mendapat piala ataupun piagam, melainkan disaat aku jatuh dan berusaha berdiri dengan kakiku sendiri....

^0^ GANBATTE 4 all u guys!!! Never give up!


Photo Album02 (19 photos)Jul 8, '07 2:32 AM
for everyone
ddd
d